Penyuluhan Pertanian Pengolahan / Pembuatan Kompos Sederhana
a. Nama kegiatan : Penyuluhan Pertanian Pembuatan Kompos
b. Inisiator kegiatan : Anggi Tri Hertanto
c. Tempat : Rumah Kepala Desa Purwokerto
d. Waktu : Kamis, 19 Januari 2012. 15.00 – 17.00 Wib
Sebagian besar wilayah Desa Purwokerto adalah wilayah pertanian. Dengan keadaan yang demikian mata pencaharian masyarakat Desa purwokerto merupakan Petani. Dengan wilayah pertanian yang begitu besar, maka kegiatan pertanian masyarakat berlangsung setiap harinya secara terus menerus. Seieing dengan perkembangan teknologi, teknologi dan teknik pertanian pun
mengalami perkembangan yang signifikan. Pengaruh dari perkembangan pertanian yang paling dirasakan oleh masyarakat Petani, pada umumnya adalah perkembangan dari bahan-bahan pembunuh dan pemberantas hama yang berbasis teknologi kimia, serta bahan-bahan pembantu pertumbuhan tanaman yang berbahan dasar kimia. Teknik pertanian pun mengalami perkembangan, dimana teknik bercocok tanam secara modern kini telah mulai dikembangkan di sebagian wilayah Indonesia.
Masyarakat Desa Purwokerto dapat dikatakan sebagai masyarakat petani, dikarenakan sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Purwokerto adalah sebagai Petani. Lahan pertaanian yang digarap oleh sebgaaian besar masyarakat Desa purwokerto adalah lahan persawahan dan tegalan dengan hasil utama pertaniannya adalah Jagung. Seiring dengan perkembangan teknologi dan teknik pertanian, berdasarkan pengamatan dari Tim KKN Posdaya Universitas Muria Kudus terhadap kegiatan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat Desa Purwokerto dapat disimpulkan bahwa cara bercocok tanam masyarakat Desa Purwokerto masih tergolong Tradisional, meskipun terdapat beberapa atau sekelompok warga masyarakat yang telah menggunakan teknik bercocok tanam yang modern. Kegiatan bercocok tanam tentu diharapkan akan menghasilkan hasil pertanian yang melimpah dan sehat. Sehat yang dimaksudkan adalah sehat tanaman dan sehat hasil yang dihasilkan dari tanaman pertanian yang dipanen. Tanaman yang dipelihara dengan cara yang baik dan dengan menggunakan bantuan teknologi dan bahan-bahan bantuan yang baik tentu akan membawa hasil yang baik. Namun, jika diamatai lebih jauh, sebagian besar masyarakat Desa purwokerto menggunakan bahan-bahan bantuan pertanian yang berbasis Kimia untuk bercocok tanam di sawah atau tegal mereka. Bahan-bahan kimia yang dimaksudkan antara lain berupa Pupuk berbahan dasar Kimia, Pupuk yang berbahan Dasar Kimia dan lain sebagainya. Tentu hasil pertanian yang dihasilkan akan terpengaaruh oleh zat-zat Kimia yang terkandung dalam bahan-bahan tersebut. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa bahan-bahan kimia memiliki dampak yang berpengaruh pada lingkungan dan atau pada pengkonsumsi hasil pertanian tersebut. Penggunaan pupuk dan Pemberantas hama yang menggunakan bahan dasar Kimia di Desa Purwokerto didasarkan pada Kurang Paham dan kurang tahunya masyarakat Desa purwokerto tentang dampak-dampak yang ditimbulkan oleh Pupuk serta pembunuh Hama yang menggunakan bahan Dasar Kimia terhadap tanaman pertanian, dan atau hasil pertanian yang dihasilkan serta lingkunagn pertanian.
Perkembangan teknologi pertanian tidak hanya menyediakan teknologi pertanian yang berbasis Kimia, melainkan juga teknologi pertanian yang berbasis alam dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan memberikan dampak positif yang lebih baik. Bahan pertanian yang saat ini menjadi pusat perhatian adalah pengembangan pupuk Kompos sebagai
pupuk yang berbasis alam yang tidak memberikan dampak negatif baik bagi tanaman pertanian sampai dengan hasil pertanian yang didapatkan. Dibandingkan dengan pupuk-pupuk yang berbahan dasar Kimia, Pupuk Kompos memiliki kandungan bahan yang lebih aman, baik bagi tanaman maupun bagi lingkungan. Sehingga, hasil pertanian yang dihasilkan dari tanaman yang ditanam dengan pupuk Kompos dimungkinkan tidak memiliki kandungan zat yang dapat membahayakan kesehatan. Permasalahan yang dihadapi sebenarnya adalah bagaimana menjadikan masyarakat agar lebih paham dan mengerti mengenai dampak dari bercocok tanam dengan menggunakan pupuk dengan bahan dasar Kimia dan secara bertahap beralih menggunakan pupuk yang berbahan dasar alam dan bahkan mampu membuat Pupuk Kompos sederhana.
Untuk mencapai hal tersebut, maka Tim KKN Posdaya Universitas Muria Kudus bekerjasama Dengan kelompok Tani Desa Purwokerto menyelenggarakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Sederhana dengan skala Rumah Tangga. Kegiatan penyuluhan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada msyarakat menganai Dampak penggunaan Pupuk berbahan dasar Kimia baik bagi tanaman pertanian ataupun bagi Lingkungan dan secara bertahap mengajak warga masyarakat untuk menggunakan pupuk Kompos sebagai pupuk yang ramah lingkungan karena bahan dasar pembuatannya berasal dari bahan-bahan alami yang tidak memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Selanjutnya diharapkan masyarakat Desa Purwokerto dapat membuat Pupuk Kompos sendiri dengan menggunakan bahan-bahan sisa sampah rumah tangga yang sangat mudah untuk didapatkan di lingkungan masyarakat. Tim KKN Posdaya UMK merekomendasikan warga masyarakat agar menggunakan sampah-sampah rumah tangga untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk Kompos, karena akan sangat mudah didapatkan bahan-bahan tersebut di Lingkungan masyarakat Desa Purwokerto, utamanya di Lingkungan perumahan warga masyarakat Desa.
Kegiatan Penyuluhan Pembuatan Kompos Sederhana ini dilaksanakan di Rumah Kepala Desa Purwokerto, bersamaan dengan pelaksanaan Kegiatan kelompok Tani Desa Purwokerto. Kegiatan Penyuluhan ini diikuti oleh anggota kelompok Tani Desa Purwokerto yang hadir dalam acara perkumpulan Kelompok Tani ini. Penyuluhan ini dilaksanakan selama 1 jam dari jam 15.00 sampai dengan 16.00 Wib. Tanggapan dengan diadakannya kegiatan penyuluhan ini sangat baik, terlihat dengan banyaknya peserta penyuluhan yang hadir dan dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh masyarakat kepada tim KKN Posdaya tentang segala hal yang berkaitan dengan Pupuk Kompos.
KKN POsdaya UMK 2011/2012
0 komentar:
Posting Komentar